BAB 38
(Pagi berikutnya)
POV Daisy
‘Mungkinkah pertemuan mereka kemarin semua tentang gue?
Apa mereka mulai curiga sama gerak-gerik gue?' pikir gue khawatir sambil rebahan di kasur.
Hari ini udah hari ke-4 gue di rumah ini, tinggal tiga hari lagi.
Ini bukan tugas pertama gue, tapi kenapa yang satu ini susah banget buat gue.
Kemana skill gue?
Bos bener-bener marah besar sama gue… dia teriak-teriak di telepon kemarin.
Yah… gue cuma harus nyari waktu yang pas, waktu di mana gak ada satupun dari mereka yang ada di rumah. Gue punya kodenya di iPod gue.
Setelah dapet emasnya, gue bakal bikin Elva nyesel udah ngelakuin itu.
Berani banget dia ngomong balik ke gue dan ngelawan gue!
Gue bakal bales dia.
Gue bangun dari kasur.. buat ambil segelas air dari dapur.
Gue keluar dari kamar gue, jalan di koridor melewati kamar Mig pas gue denger suara cekikikan.
Gue mendekat dan kenal suara katak itu.
What! Jangan bilang dia nginep sama Mig.
Gue banting pintu dan hening.
'Fleur, gak usah banting pintu, buka aja. Lo kan yang ngurung kita dari semalem,' kata Mig.
Pas itu gue lihat gemboknya, gue buka dan dorong pintunya, langsung masuk.
Gue makin marah pas lihat Elva dan Mig di kasur.
Gue pikir Mig marah sama dia.. ngapain dia di sini!
'Lo jalang Elva,' kata gue buru-buru.
'Daisy, apa maksudnya ini?' tanya Mig.
'Apaan sih?... Lo juga bajingan cowok,' kata gue.
'Gue sama Elva gak ngapa-ngapain.. kita cuma santai aja,' kata dia dan gue buang napas.
'Bahkan kalaupun kita ngapa-ngapain, gue rasa itu gak seharusnya bikin lo kesel. Kita punya tubuh kita sendiri dan kita gak butuh izin lo buat ngelakuin apa yang kita mau,' kata Elva sambil berlutut di kasur.
Bahkan dengan rambutnya yang berantakan… dia tetap cantik.
Hah?.. Enggak dia jelek banget kayak tai!
'Lo bisa pergi dan coba itu sama cowok lain.. Bukan Mig gue,' teriak gue.
'Mig lo bilang?' gue denger dan noleh buat lihat Fleur masuk ke kamar.
'Gak ada yang punya abang gue, cewek dengan hati yang murni dan cantik yang punya hak buat punya abang gue,' kata Fleur.
Ya ampun… gue benci banget sama dia..
'Ohh… beneran?' tanya gue.
'Tentu aja.. Bukan cewek dengan bokong rata dan hati kejam,' Fleur nyembur.
Gue denger Elva ketawa… gue noleh dan ngasih dia tatapan tajam. Gue makin gak enak pas lihat Mig berusaha nahan ketawa.
Gue tatap mereka sebelum keluar dari kamar dengan tawa mereka yang masih ngikutin gue.
Gue pasti bakal bales mereka!
POV Elva
Kita meledak dalam tawa keras begitu Daisy keluar.
'Gimana malam kalian, guys?' tanya Fleur dan gue senyum, lirik Mig yang juga bales senyum gue. Gue sedikit salting.
Itu malam terbaik yang pernah gue rasain..
'Seru banget,' kata gue.
'Emang iya,' goda Fleur.
Lo mungkin mikir kenapa kita males-malesan… yah hari ini Sabtu dan gue gak masuk kerja di akhir pekan. Fleur lagi jadwal shift siang.
Gue bakal terima gaji bulanan gue hari Senin dan gue berencana buat beliin beberapa hal buat Mig dan Fleur.
'Gue harus ambil kopi di dapur dan setelah itu gue bakal di kamar… gue harus beresin beberapa hal,' kata Fleur.
'Oke,' kata kita dan dia keluar setelah ngasih gue kedipan mata yang imut.
'Jadi.. lanjutin game kita yuk,' kata Mig dan gue duduk nyaman.
❇️❇️
'Mig, lo curang'
'Gak, gue gak curang'
'Lo curang'
'Gue gak curang'… Kita terus berdebat sampai akhirnya kita berdua berakhir di kasur sambil ketawa.
Gue keluar dari kamar mandi dan meraih handuk. Gue udah keluar dari kamar Mig setelah menghabiskan lebih banyak waktu sama dia.
Gue keringin badan gue sambil balik ke kamar gue.
Blus putih gue sama celana jeans biru.. tergeletak di kasur.
**
Gue sisir rambut gue dan pake sedikit lotion rambut, gue ikat bagian atasnya jadi ponytail dan biarin sisanya terurai di punggung gue.
Gue pake sandal jepit gue.
Gue ambil handuk dan rentangin di lemari kamar mandi sebelum keluar dari kamar gue.
~
Gue masuk dapur dan ketemu Mig lagi naruh beberapa bahan di meja dapur.
Dia sekarang pake celana pendek biru, atasan hitam tanpa lengan yang nunjukin ototnya. Rambutnya yang panjang bergelombang mental-mentul pas dia lagi berusaha nyiapin semua bahan-bahan.
Wajahnya dengan seringai yang imut.
Gue keasikan merhatiin dia… badannya keren banget termasuk wajahnya.
'Berenti merhatiin, yuk bikin sarapan,' kata dia dan gue kaget.
'Hmm.. uh,' kata gue.
'Sini.. gue mau nyiapin hidangan baru dan gue mau lo belajar. Sini,' kata dia dan gue jalan ke arahnya.
'Jadi, apa nama hidangannya?' tanya gue.
'Saus cranberry dan gue bakal nyiapin beberapa makanan juga,' kata dia.
'Beneran?.. lo juga bisa nyiapin itu?' tanya gue.
'Tentu aja.. sekarang kita mulai kerja,' kata dia kita jalan ke wastafel. Cuci tangan kita dan ambil celemek dengan jaring rambut.
Kita semua duduk di meja makan dengan makanan kita masing-masing ditaruh di depan kita.
'Wow, aromanya aja udah ngasih gue petunjuk betapa enaknya makanan ini,' kata Fleur.
'Tentu aja enak,' kata gue.
'Iya murid, dan gue yang bikin,' kata Mig dan gue senyum.
'Tolong, patuhi tata krama meja makan lo, diem aja dan makan,' kata Daisy.
Fleur mendesis keras dan kita semua mulai makan…
❇️❇️
Fleur, Mig, dan gue duduk di kamar Mig setelah sarapan buat lanjutin diskusi tadi malam. 'Jadi, gimana menurut lo cara kita bakal nyari tahu kunci iPod Daisy?' tanya gue.
'Coba pikirin dan munculin ide yang beda-beda, terus kita pilih yang terbaik,' kata Mig. 'Gue punya ide,' kata Fleur.
'Ide apa?' kita tanya penasaran.
'Mig, lo harus deketin Daisy balik,'
What..!
Stapsy ❣️