BAB 9
Sudut Pandang Gianna
Setelah beberapa jam di pesawat, akhirnya kita sampai di Miami, cerah banget dan indah.
"Wah, tempat ini keren banget," kata Ashley.
Kita semua check-in di hotel yang bagus.
"Cewek dan cowok akan tinggal dua orang per kamar," kata guru geografi kita.
Xander harus balik sama Skylar, tapi dia janji mau jalan-jalan sama aku.
Cewek-cewek naik ke kamar di lantai atas, sementara cowok-cowok di lantai bawah.
"WAAAH!!" aku dan Ashley bilang barengan waktu masuk kamar hotel.
Kamarnya luas dan bagus.
"Kamar mandinya kayak surga," kata Ashley.
Aku lihat ke luar jendela, hotelnya dekat pantai.
"Ini beneran indah," kataku kagum.
"Lo bisa bilang gitu lagi."
Ada yang ngetok pintu kamar.
"Masuk," kata Ashley, pintunya kebuka dan Skylar masuk.
Dia mau apa sih?
"Hei, guru bilang kita semua harus turun buat makan siang dalam 30 menit."
"Oke, makasih."
"Ehm.. Gianna, boleh aku ngomong sama kamu?" katanya.
"Oke, ngomong aja."
"Enggak, aku mau berdua aja," katanya, aku ngelirik Ashley.
"Oke deh, tapi Gigi, kalau lo ada masalah, teriak aja, lo gak bisa percaya orang," kata Ashley terus pergi.
"Kayaknya dia gak suka sama aku deh," kata Skylar.
"Emang gitu orangnya, jadi, lo mau ngomongin apa?"
"Pertama-tama, aku minta maaf banget udah manggil lo tomboy."
"Ya udah, gak papa, aku sering banget dipanggil gitu."
"Aku juga mau ngomongin Xander."
"Oke, kenapa dia?"
"Aku sama Xander udah temenan dari kecil dan aku selalu ada buat dia di saat-saat tergelapnya dan dia juga selalu ada buat aku."
"Kenapa lo cerita ini ke aku?" tanyaku dan dia menghela napas.
"Maksud aku adalah, aku beneran suka sama Xander, aku cinta sama dia dan aku udah nunggu lama banget buat dia."
"Oke, aku masih gak ngerti kenapa lo cerita ini ke aku."
"Aku bisa lihat Xander beneran peduli sama lo, jadi aku minta lo buat jauhin dia selama liburan ini."
"Susah sih, soalnya aku sama Xander udah ada rencana buat liburan ini."
"Terus batalin," katanya dan aku gak bisa nahan buat gak ketawa kecil.
"Kenapa sih lo takut banget sama keberadaan aku, aku cuma temennya Xander."
"Lo sama aku sama-sama tau kalau lo punya perasaan sama Xanderku dan aku gak bakal biarin lo dapetin dia, dasar tomboy," katanya.
Ashley bener, Skylar emang b*tch.
"Denger ya, Skylar, ini bukan kampus lo, lo bahkan gak pantes ada di sini dan lo gak bisa ngatur aku. Kalau lo yakin punya kesempatan sama Xander, harusnya lo gak usah takut sama keberadaan aku."
"Aku gak takut sama lo, lo bahkan gak secantik aku, Xander suka cewek yang seksi."
"Xander juga suka cewek yang pinter dan percaya diri, hal yang gak lo punya, jadi mendingan lo keluar dari kamar aku," kataku dan dia pergi dengan marah.
"Idiot," kataku setelah dia pergi.
"Dia ngomong apa?" tanya Ashley waktu masuk.
"Sesuatu yang bodoh."
"Yuk, mandi terus makan siang."
"Udah siap," kataku waktu keluar dari kamar mandi pakai hoodie hitam yang panjangnya sampai di atas lutut, rambutku diikat cepol berantakan.
"Lo kelihatan bagus," kata Ashley sambil senyum.
"Makasih, sekarang ayo pergi, aku lapar."
Kita naik lift ke ruang makan dan murid-murid udah pada duduk.
Aku nyari Xander tapi gak ketemu, makanannya udah disajikan.
Aku mau makan waktu ada anak kecil nyamperin aku sambil bawa kertas.
"Selamat siang, cowok di sana nyuruh aku ngasih ini ke kamu," katanya sambil nunjuk ke arah tertentu.
Aku lihat dan nemuin Xander sama temen-temen basketnya, dia ngedipin aku bikin aku senyum.
Anak kecil itu lari, sementara aku buka kertasnya dan tulisannya 'lepasin rambutnya, kamu bakal kelihatan lebih cantik lagi'
Aku senyum dan lepasin pita rambutku, aku lihat lagi ke dia, dia ngirim ciuman jauh bikin aku cekikikan.
"Pipimu merah banget kayak tomat karena salting," Ashley berbisik ke aku.
"Berisik deh," kataku bercanda.
Sudut Pandang Alexander
Setelah makan siang, aku mau nemuin Gianna waktu Skylar tiba-tiba nyamperin aku.
"Alex, kamu ngehindar dari aku ya?" tanyanya dengan nada serius.
"Enggak, aku cuma sibuk, Skylar, aku gak minta kamu ikut, aku udah ada rencana jadi jangan kaget kalau kamu gak lihat aku di sekitarmu."
"Rencana apa?.. Rencana sama si tomboy itu?"
"Dia bukan tomboy, aku udah bilang gitu kan."
"Terus dia apa? Bajunya kayak cowok, kelakuannya kayak cowok, kamu nyebutnya apa, kecuali dia lesbian."
"Adik aku bukan lesbian ya buat informasi kamu," kata Jamal waktu nyamperin kita.
"Kamu pasti adiknya, memalukan," kata Skylar.
"Enggak, kamu yang memalukan, Xander, dari mana kamu dapet cewek psycho ini?"
Jamal natap dia tajam, terus pergi.
"Skylar, aku mau kamu masukin ini ke otakmu yang tebal, Gianna itu orang yang spesial buat aku dan aku gak bakal terima kalau kamu ngomong jelek tentang dia."
Aku dorong dia pelan dan coba pergi tapi dia pegang pergelangan tanganku.
"Apa lagi sih, Skylar?"
"Aku mau kamu jawab pertanyaan ini dengan jujur… Apa kamu cinta sama Gianna?"
Bersambung
Penasaran banget nih apa jawaban Xander nanti.