BAB 48
Sudut Pandang Gianna
'Coba kasih tau, kamu cinta gak sama Jayden?' Dia nanya sambil aku ngakak ngakak.
'Dia bikin aku seneng banget, dia selalu ada buat aku, aku seneng banget ada dia di sekelilingku dan dia ganteng banget jadi gak susah buat jatuh cinta sama Jayden'
'Terus gimana sama waktu-waktu kita dulu?'
'Xander, kamu bego apa gimana sih? Kamu kan yang buang waktu-waktu kita kayak sampah, kalau kamu gak sadar, aku udah bener-bener move on dari kamu'
'Kamu yakin?'
'Emang itu perlu ditanyain?'
Dia maju ngedeketin aku, sementara aku mundur. Aku coba mau pergi tapi dia nahan pergelangan tangan aku terus narik aku.
'Lepasin aku, Xander,' aku bilang sambil berontak.
'Anak haram ini ngapain di sini?'
Itu Jamal, dia baru balik dari latihan. Xander langsung ngelepasin tangan aku.
'Jamal…'
Xander keburu kena bogem mentah sebelum dia selesai ngomong.
Jamal mau nonjok lagi tapi aku tahan dia.
'Jammy, jangan nonjok, biarin aja,'
'Kamu masih punya muka buat muncul di depan kakakku, dasar idiot'
'Xander, keluar dari sini,' aku bilang ke dia, bibirnya udah berdarah.
Xander pergi, Jamal ngelepasin diri dari genggaman aku.
'Seriusan, Gigi, kamu biarin dia masuk, buat apa? Biar dia bisa gombalin kamu?'
'Dia dateng gak diundang dan lagian, aku gak bakal biarin dia nipu aku lagi'
'Aku gak mau liat dia di sekitar kamu lagi atau kalau enggak, Gianna, aku bakal nonjok dia berkali-kali sampai fansnya gak kenal dia lagi'
Sudut Pandang Alexander
'Kenapa lo, Bro?' Bryan nanya pas aku masuk.
Bibir aku berdarah, aku jalan ke area bar di rumah, aku ambil sebotol wiski.
Aku minum langsung dari botol.
'Gue kena bogem'
'Gue liat, tapi sama siapa?'
'Adiknya Gianna'
'Jamal Flores, pemain NBA'
'Iya, gue lagi berantem sama Gianna, terus dia dateng dan nonjok gue'
'Gue gak nyalahin dia sih, lo nyakitin adiknya'
'Gue lagi coba jelasin ke dia tapi dia gak mau dengerin'
'Nanti juga dia mau dengerin'
'Gue gak yakin sih, Jayden kan udah nguasain perhatian dia'
'Iya sih, bener juga, media lagi pada ngomongin cewek misteriusnya Jayden, mereka kan sering jalan bareng'
*
*
*
*
*
Sudut Pandang Gianna
'Terus Jamal nonjok dia,' aku bilang ke Ashley.
Aku ceritain semua yang terjadi antara aku dan Xander.
'Pantesan Jamal marah banget sama lo'
'Jamal cuma lagi ngejagain gue, itu aja sih'
'Kalian hampir ciuman gak?'
'Gak lah, ogah, gue gak bakal biarin dia ngaruhin gue'
'Jadi lo udah bener-bener move on dari Xander?'
'…Iya, iya, gue udah'
'Oke, kalau lo bilang gitu'
*
*
*
*
*
*
2 hari kemudian.
Aku lagi di kantor dan stresnya udah gak ketulungan, aku udah pindah dari satu pasien ke pasien lain.
Aku duduk di kantor kecapekan dan loyo banget, ada yang ngetok pintu.
'Masuk,' aku bilang sambil capek, pintunya kebuka dan Jayden masuk.
'Woah, lo keliatan capek'
'Iya, gue stres banget hari ini'
'Biar gue bantu'
Jayden dateng ke punggung aku, terus mulai mijet bahu aku.
'Ohh, enak banget, tangan lo kayak sulap,' aku bilang, dia ketawa kecil.
'Gigi, mau istirahat kerja sebentar gak?'
'Mau sih, tapi gak bisa'
'Gimana kalau gue bilang lo bisa?'
'Gimana? Kan gue banyak pasien yang harus diurus'
'Yah, gue udah ngomong sama direktur medis'
'Serius?'
'Iya, dan dia setuju buat ngasih lo cuti sebentar, ada orang yang gantiin lo selama itu'
'Seriusan?'
'Iya'
'Oh, makasih, Jayden'
'Lo sama gue bisa pergi liburan kecil-kecilan'
'Lo sama gue?'
'Iya'
'Kemana?'
'Gigi, kemana aja terserah lo'
'Oke, gue mau'
'Berarti udah fix, lo sama gue liburan'
T.B.C