BAB 44
Sudut Pandang Gianna
'Jayden, apa...apa yang kamu lakukan di sini? Kok bisa tau aku kerja di sini?'
'Anggap aja aku suka nemenin kamu, jadi aku riset kecil-kecilan tentang kamu'
'Tapi kenapa?'
'Aku pengen banget jadi temen kamu,' katanya sambil senyum lebar.
'Jayden Kennedy yang terkenal banget mau jadi temenku?'
'Iya, gak aneh kan?'
'Enggak sih, tapi, kamu tau kan hidupmu isinya paparazzi dan berita, kayaknya aku gak bisa ngadepinnya deh'
'Kamu gak harus kok'
'Maksudnya?'
'Kalo kamu gak mau keliatan sama aku, aku bakal pastiin gak ada yang liat kamu'
'Jayden, bukan aku gak mau keliatan sama kamu, cuma aku gak bakal bisa ngadepin semua beritanya'
'Gak papa, aku yang urus'
'Bunga-bunga ini? Kok bisa masuk sini tanpa kelihatan?'
'Aku ngomong sama direktur medis dan dia mastiin aku masuk tanpa ada yang liat aku, dan bunga-bunga ini cuma hadiah dari aku'
'Oke deh, makasih'
'Jadi, kamu mau jadi temenku?' Dia nanya sambil monyongin bibirnya kayak bayi, bikin aku ngakak.
'Boleh deh,' kataku, dan dia langsung sumringah senengnya.
'Makasih, aku pergi dulu ya biar kamu bisa kerja…eh, kamu dateng ke pesta yang diadain direktur medis kan?'
'Iya'
'Oke deh, kayaknya kita ketemu di sana deh,' dia ngedipin aku terus pergi.
Sudut Pandang Alexander
Hari ini aku libur dari semua urusan selebriti, lagi main game bareng Bryan.
'Mati deh lo,' kata Bryan ngakak kayak orang gila.
Tiba-tiba, hp ku bunyi.
'Pause dulu gamenya,' kataku sambil ngeluarin hp.
Aku liat siapa yang nelpon, ternyata nyokap.
Mau ngomong apa lagi sih dia?
'Halo, Mom,' kataku sambil ngangkat telponnya.
'Gimana kabarnya, anakku?'
'Baik, gimana kabar Mama sama Ayah?'
'Baik, Xander, Mama mau nanya sesuatu nih'
'Oke, silahkan'
'Skylar bilang ke Mama, katanya kamu bilang belum siap punya anak'
Aku menghela napas frustasi.
'Iya, Ma, belum, aku masih banyak yang harus dikerjain, gak bisa ngurus anak sekarang'
'Kamu kan bisa coba'
'Enggak, Ma, kalau aku punya anak, aku mau kasih perhatian penuh, mau punya waktu buat mereka, aku bener-bener gak mau kayak Mama sama Ayah'
'Jangan gitu, gak usah bawa-bawa Ayah sama Mama, Skylar yang mau anak'
'Ya udah sana cari orang lain buat kasih dia anak, soalnya aku belum siap, Skylar sendiri gak bakal bisa jadi ibu yang baik, dia kan ngerokok'
'Ya udah deh, tapi topik ini belum selesai ya'
'Dah, Ma,' kataku terus matiin telponnya.
'Emang kenapa sih soal punya anak?' Tanya Bryan.
'Ini Skylar, dia mau punya anak sama gue'
'Jadi si b*tch gila itu mau punya anak, dia bakal jadi ibu yang jelek'
'Iya, gue tau itu, gue gak bakal punya anak sama dia'
*
*
*
*
*
*
Beberapa jam kemudian.
Sudut Pandang Gianna
'Wow, kamu cantik banget,' kata Ashley ke aku waktu aku turun dari tangga.
'Makasih, Jamal mana?'
'Dia ke minimarket'
'Oke, bilangin ya aku pake Rolls Royce nya buat ke pesta'
'Have fun sama Jayden ya, dia hot banget,' kata Ashley, dan aku memutar mata.
'Dia gak bakal ada waktu buat aku juga'
'Dia bakal nyempetin waktu buat kamu kalau dia beneran peduli'
'Ashley, kita kan cuma temen, inget?'
'Iya sih, tapi kan bisa aja terjadi apa aja, Gigi, ini waktunya kamu bahagia beneran'
'Makasih, Sis,' kataku sambil meluk dia.
'Oke, udah deh, gak usah baper-baperan, kamu harus pergi'
*
*
*
*
*
Aku masuk ke tempat pestanya, dan orang pertama yang aku liat Anna.
'OMG, kamu cantik banget, babe,' katanya heboh.
'Makasih, tempatnya bagus banget'
'Tunggu deh sampe kamu liat cowoknya anak direktur yang mau nikah, dia hot banget,' katanya.
'Kamu tuh sukanya ngeces-ngeces cowok mulu'
'Cuma yang ganteng kayak Angelo aja sih, yang lagi dateng nih'
'Tunggu, jangan… Urrgh'
Sebelum aku bisa ngomong apa-apa, dia udah pergi duluan.
'Woah, Gianna, kamu cantik banget, ya ampun'
'Makasih, kamu juga cakep kok'
'Kamu beneran nyuri perhatian malem ini'
Aku baru mau ngomong sesuatu, tiba-tiba ada cowok tinggi item nyamperin kita.
'Maaf ganggu, tapi Nona Gianna dicariin'
'Siapa?'
'Ini J.K'
Awalnya aku bingung, terus aku inget, itu Jayden.
'Oke, dia di mana?'
'Saya anterin ya'
'Angelo, aku duluan ya, nanti kita ngobrol lagi'
Cowok itu ngebawa aku ke atas, itu bagian selebriti, kita sampe di depan pintu terus dia ngetok, terus masuk.
'Gigi,' aku denger dia manggil
'Jayden'
Kita pelukan tipis.
'Kamu kayak dewi,' katanya, bikin aku kegirangan.
'Makasih, kamu juga keren'
'Makasih, aku cuma mau ketemu kamu sebelum naik panggung, terus mau nanya sesuatu juga'
'Apaan?'
'Bisa gak sih kamu jalan bareng aku akhir pekan ini, aku selalu sendirian di rumah'
'Gak tau juga sih, aku kan selalu sibuk, tapi nanti aku cari waktu deh'
'Makasih'
Kita ngobrol sebentar sebelum waktunya dia naik panggung.
'Semoga sukses ya,' kataku
'Makasih'
Dia pergi sama bodyguardnya, aku mau pergi juga, tapi malah nabrak orang.
'Gak liat apa kalau jalan?'
Suara itu, oh engga, plis.
Aku nunduk, terus ngangkat kepala, dan mata kita ketemu.
'Gianna?'
T.B.C