BAB 27
Seminggu kemudian.
P.o.v Alexander
"Sayang, kamu beneran harus coba pai stroberi ini, enak banget," kata Gianna dan menyodorkan sendok berisi pai ke dekat mulutku.
Aku membuka mulut untuk memakannya tapi dia dengan cepat menarik sendoknya dan malah memakan pai itu.
Aku memutar bola mata padanya saat dia terkekeh.
"Haha, lucu banget," kataku, dia berdiri dan berdiri di antara kedua kakiku.
"Xander, hoodie ini bakal keren banget di aku, boleh aku pinjem, please?"
"Kamu udah ambil setengah dari hoodie-ku!"
"Tapi kamu punya banyak banget di lemari, please"
Dia memasang wajah yang imut banget.
"Oke deh, nggak tau kenapa aku nggak bisa nolak kamu."
"Karena kamu cinta banget sama aku."
"Kamu udah nyuri hatiku dan hoodie-ku, apalagi yang mau kamu curi?"
"Nama belakangmu," Katanya dan aku mulai blushing.
"OMG, Alexander McQueen blushing," katanya.
"Jangan muji diri sendiri kebanyakan, dan aku rasa aku suka nama Nyonya Gianna McQueen," kataku dan dia terkekeh.
"Istri dari superstar paling berbakat dan terkenal, Alexander McQueen"
"Aku cinta kamu, kamu tau kan?"
"Iya dan aku juga cinta kamu."
Aku menariknya lebih dekat dan kami berciuman, tangannya di rambutku, sementara tanganku meraba pahanya.
Aku pengen banget bikin cinta yang luar biasa sama dia tapi aku nggak mau terburu-buru.
Dia harus siap dan aku akan menunggunya.
"Urrgh, kalian berdua selalu ciuman kalau lagi bareng, bikin eneg," kata Jamal sambil menuruni tangga.
"Itu yang dilakukan pasangan yang saling cinta, idiot," kata Gianna dan Jamal memutar bola matanya.
"Jamal, kamu harusnya coba jatuh cinta," kataku dan dia mencibir.
"Gak banget deh buat gue, bro."
"Jammy, kamu nggak jatuh cinta dengan sengaja, itu cuma terjadi."
"Iya, terserah."
"Kamu mau kemana?"
"Suatu tempat, kenapa?"
"Kamu dandan rapi banget."
"Emang gue gak pernah dandan rapi sebelumnya?"
"Pernah sih, tapi kali ini kamu dandannya ekstra rapi, kayak mau ketemu cewek spesial," kata Gianna.
"Jangan mulai bahas itu deh, gue cabut, bye," kata Jamal dan pergi.
"Dia pasti nyembunyiin sesuatu," kataku dan Gianna mengangguk setuju.
*
*
*
*
Dua hari kemudian.
P.o.v Gianna
Xander dan Jamal pergi latihan basket, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan sama Ashley.
Tiba-tiba aku inget kalau aku lupa kalung persahabatanku di kamar Xander.
Jadi aku pergi ke rumahnya untuk mengambilnya.
Aku sampai di sana, menyapa Ibunya, lalu pergi ke kamar Xander.
"Ketemu," kataku pada diri sendiri saat melihat kalung itu di meja, aku melihat sekeliling dan melihat foto aku waktu kecil.
Aku tersenyum dan mengambilnya.
"Nggak nyangka dia nyimpen foto ini."
Aku menjatuhkan foto itu di sisi tempat tidur, aku baru mau pergi ketika aku melihat sesuatu yang menarik perhatianku.
Itu adalah kaus, bukan sembarang kaus, kaus yang membawa kenangan, kenangan buruk.
Aku nggak akan pernah lupa kaus abu-abu itu, cowok yang memperkosaku memakainya, ini kausnya.
Tapi kenapa Xander punya itu?
Mungkinkah kebetulan kalau Xander punya jenis yang sama?
"Kamu baik-baik aja?" Seseorang berkata, aku berbalik dan itu Jackson, tanpa kaus.
Dia punya tubuh dan abs yang bagus tapi itu nggak bikin aku bergairah, Xander juga punya yang sama bahkan mungkin lebih bagus.
"Iya, iya, aku baik-baik aja, aku cuma mau pergi."
Aku mencoba berjalan pergi tapi dia memegang pergelangan tanganku.
"Jangan sentuh aku," kataku dan melepaskan diri.
"Santai, aku nggak akan gigit kamu, aku cuma mau ngobrol."
"Aku nggak mau ngomongin apapun sama kamu karena…"
Aku berhenti ketika melihat sesuatu yang mengejutkan di lengan Jackson.
Itu tato tengkorak manusia, sama dengan yang dimiliki pria itu malam itu.
"Gigi, kamu baik-baik aja?" Dia bertanya dan mencoba menyentuhku tapi aku mundur.
"Jangan sentuh aku, jangan berani-berani," kataku dan lari.
Aku lari kembali ke rumahku, nggak ada siapa-siapa, aku pergi ke kamarku dan menangis.
Mungkinkah?
Apakah Jackson pria yang memperkosaku 2 tahun lalu?
T.B.C