BAB 29
Sudut Pandang Gianna
'Lo itu binatang, binatang menjijikkan!'
'Itu kan dua tahun lalu, dan gue minta maaf, gue begitu bergairah malam itu dan…'
'Dan diem, lo monster, gue bakal kasih tau Xander!' kataku sambil berusaha keras buat gak nangis
'Gue minta maaf tapi lo punya bukti apa, Gianna, tolong lupain aja, kalau orang tua Xander denger tentang ini, mereka pasti benci gue'
'Lo penyebab gue mulai pake narkoba, lo bikin gue kecanduan narkoba!'
'Gue…'
'Ada apa nih?' tanya Xander waktu dia turun dari tangga.
'Nggak ada apa-apa, gue cuma mau ke kamar,' kata Jackson dengan cepat lalu pergi.
'Sayang, lo gak apa-apa?'
'Iya, gue baik-baik aja tapi gue harus pulang'
'Gue kira lo mau nginep di rumah gue'
'Xander, ada urusan'
'Urusan apa?'
'Xander, tolong jangan tanya gue,'
Gue tau gue kedengeran kasar, gue bisa liat sakit di matanya.
'Xander, gue…'
'Nggak usah minta maaf, kalau lo ada urusan, ya udah pergi aja,' katanya pelan terus langsung jalan ke kamarnya.
Gue balik ke rumah, gue cuma butuh sesuatu yang bisa buktiin kalau Jackson itu pemerkosa.
*
*
*
*
*
2 jam kemudian.
Sudut Pandang Alexander
'Alex, kenapa lo gak makan?' kata Ibu khawatir.
'Gue..gue gak pengen makan'
'Kenapa?'
'Nggak..nggak apa-apa, Ibu'
Gue cuma mikirin kenapa Gigi akhir-akhir ini aneh banget.
Apa dia udah gak sayang gue lagi?
'Kamu harus…'
Ayahku terpotong oleh suara bel.
'Biar aku aja yang buka,' kata Jackson lalu pergi buat bukain pintu.
'Dasar bajingan mesum!' Seseorang berkata di depan pintu dan Jackson terjatuh.
Itu Jamal, dia naik ke atas Jackson dan mulai mukulin dia keras banget.
Jackson berhasil bangun dan dia mukul Jamal.
Ashley dan Gianna juga lari masuk.
'Kalian berdua harus berhenti berantem!' kata Ibu.
Gue maju dan misahin mereka.
'Xander, biarin gue bunuh bajingan ini!' kata Jamal dengan marah.
'Kenapa lo mukul dia?'
'Jamal, tenang, please' kata Gigi.
'Nggak, gue gak bakal tenang, bajingan ini yang mer*kosa Gigi dua tahun lalu!'
Waktu gue denger itu, gue langsung membeku.
Apakah ini yang bikin Gigi mikir kayak gini selama ini?
'Apa? Itu gak mungkin, Jackson gak mungkin..'
Gue gak biarin Ayah nyelesain kalimatnya, gue juga mukul Jackson.
Gue dan Jamal gantian mukulin dia, gak peduli sama teriakan semua orang.
'CUKUP!'
Itu Ibu Gigi, dia masuk keliatan marah banget.
'Mukul dia gak bakal nyelesain fakta kalau dia mer*kosa putriku!'
'Dan gimana kamu bisa yakin dia ngelakuinnya?' tanya Ayahku.
'Ayah, ini Jackson, sejak kita kecil, Jackson selalu manfaatin cewek, kalau cewek gak suka sama dia, dia bakal cari cara buat tidur sama cewek itu.
Ayah gak tau itu karena Ayah selalu fokus sama kerjaan'
'Jackson, apa bener, kamu mer*kosa Gigi?'
'Iya tapi aku udah minta maaf'
'Minta maaf gak bakal nyelesain masalah, dia harus dipenjara seumur hidup!' kata Ibu Gigi.
'Nggak, Ibu, tunggu aja'
'Tunggu apa? Nunggu dia mer*kosa kamu lagi?'
'Nggak, Jackson udah kehilangan semuanya, orang tuanya udah gak mau ngakuin dia lagi,' kata Gianna.
'Apa?'
'Iya, itu kenyataannya, Jackson kasih tau mereka, kasih tau mereka kalau orang tua kamu udah gak mau ngakuin kamu lagi'
'Jackson, kasih tau kita kebenarannya?'
'Itu.. itu benar, orang tua gue udah gak mau ngakuin gue lagi karena gue dikeluarkan dari kampus dan juga karena mereka tau gue mer*kosa banyak cewek'
Jackson gak sesempurna yang orang tua gue gambarin.
Dia punya masalah, masalah yang gak dia kasih tau siapa pun, dia rahasiain dan pura-pura baik-baik aja.
'Gue minta maaf, Tante, Paman, gue minta maaf Gianna, gue juga minta maaf Xander, gue biasa manggil lo dengan sebutan yang buruk karena gue iri banget sama lo.
Lo punya hati yang baik, lo berbakat dan lo punya seseorang yang sayang banget sama lo.
Orang tua gue gak pernah punya waktu buat gue sama kayak orang tua lo gak punya waktu buat lo tapi lo jadi lebih baik dari gue, gue ambil sesuatu dengan paksa karena gue pikir itu satu-satunya cara gue bisa dapetinnya'
Sudut Pandang Gianna
Setelah nyelidikin Jackson, gue tau dia orang yang punya banyak masalah.
Dia nyembunyiin masalahnya dari semua orang, orang tuanya sendiri bahkan gak peduli sama dia.
Gue sadar dia gak butuh dihukum, dia butuh bantuan.
'Gianna, gue minta maaf, malam itu, gue didorong sama temen-temen gue dan gue begitu bodoh, gue minta maaf'
'Nggak, gue gak bakal nerima itu, lo harus masuk penjara!' kata Ibu.
'Nggak, Ibu, dia gak akan masuk penjara karena gue maafin dia'
'Lo apa?' Jamal bertanya kaget banget
'Lo denger sendiri, gue maafin dia, Jackson butuh bantuan dan kalau dia masuk penjara, itu cuma bikin semuanya lebih buruk.
Gue akuin, malam itu beneran malam paling menyakitkan dalam hidup gue tapi Xander udah bikin gue lupa semuanya.
Xander sayang sama gue meskipun semuanya terjadi dan gue bahagia. Gue maafin lo, Jackson'
Gue membungkuk buat menghadapinya karena dia masih di lantai dan gue memeluknya, dia mulai nangis di bahu gue.
'Makasih banyak' katanya.
'Sama-sama'
Gue berdiri dan menghadap Ibu.
'Ibu, ayo kita lupain aja ini dan lanjutin hidup'
'Nggak, gue gak mau, Jackson harus bayar atas apa yang dia lakuin'
'Ibu, gue yang diper*kosa dan gue udah maafin dia'
'Ya udah, gue belum dan gue gak mikir bakal maafin, Gianna McKenzie Flores, hubungan kamu sama Xander tergantung pada Jackson'
'Maksudnya apa, Ibu?'
'Maksud gue adalah kalau Jackson gak masuk penjara, gue gak mau kamu pacaran sama Xander lagi'
'Apa?'
T.B.C