BAB 51
Sudut Pandang Gianna
Kita semua makan dalam diam, aku coba buat gak lihat ke arah Xander tapi cewek yang sama dia terus cekikikan.
Mereka saling suap-suapan, bodoh banget.
Aku lihat ke Jayden, terus senyum sendiri.
"Um..Jay, ada noda di pipi kamu"
"Masa sih? Di mana?" Jayden nanya sambil megang wajahnya.
"Aku bantu deh"
Aku deketin dia, bikin wajah kita deketan banget, terus aku jilatin sisi bibir dia.
Jayden blushing gak karuan tapi Xander kelihatan marah banget tapi dia buru-buru nyantai.
"Makasih"
"Aduh, mata aku" Xander bilang sambil ngucek mata.
"Kenapa?" Cewek yang dia bawa nanya.
"Ada sesuatu nih"
"Biar aku bantu"
Dia deketin cewek itu, cewek itu mulai niup-niup mata dia.
"Udah mendingan, kan?"
"Iya, tapi mata kamu cantik banget" Dia bilang dan cewek itu blushing.
Dia biasa ngomong gitu ke aku waktu kita pacaran dulu, dia emang cowok brengsek.
Mereka lanjut suap-suapan, cewek itu senyum kayak kambing congek.
Ide muncul di kepala aku.
"Ahhh, Kecoa!" Aku teriak, padahal aku tau banget Xander takut kecoa.
"Ahhhh" Dia teriak dan loncat bikin makanan muncrat ke gaun cewek itu.
"Aduh, maaf banget, aku emang gak suka kecoa" Dia bilang sambil berusaha bersihin gaun cewek itu.
Aku nahan ketawa mati-matian.
"Kecoa nya pasti udah kabur" Aku bilang sok peduli.
"Aku mau ke kamar mandi dulu buat bersihin diri" Cewek itu bilang dan pergi.
Telepon Jayden bunyi, dia ambil.
"Gigi, ini manajer aku, aku harus angkat, balik lagi ya"
"Oke" Aku bilang dan Jayden pergi ninggalin aku sama Xander sendirian.
"Kamu tuh perlu belajar gimana caranya bikin orang cemburu" Xander bilang dan aku muter mata.
"Emang siapa bilang aku lagi usaha bikin kamu cemburu?"
"Jelas banget, Gigi, kamu gak bakal jilatin mukanya dia dan aku tau kamu juga bohong soal kecoa itu"
"Aku gak cemburu"
"Iya, kamu cemburu"
"Enggak, aku gak cemburu"
Kita mulai berantem keras, sampai Jayden balik dan kita berhenti.
"Um..Xander, aku sama Gianna mau ke pinggir kolam"
"Oke, have fun"
Jayden gandeng tangan aku dan kita mulai jalan.
Sudut Pandang Alexander
Dia cemburu banget, untung aku bisa suruh cewek itu buat akting sama aku.
Aku kenal Gianna banget, jadi aku tau kalau dia cemburu.
Setelah bayar cewek itu, aku balik ke kamar.
Kimberly lagi minum, aku duduk di sebelahnya.
"Kenapa senyum-senyum gitu?" Dia nanya.
"Emang gak boleh bahagia?"
"Boleh sih, tapi ada seseorang atau sesuatu yang harus bikin kamu bahagia"
"Iya, kamu bener, seseorang bikin kamu bahagia"
"Semoga bukan cewek Gianna itu"
"Kim, emang dia, dia bikin aku bahagia"
"Xander, Skylar…"
"Aku gak peduli sama Skylar, dia jalang yang ngerokok ganja"
"Tapi dia kan masih pacar kamu"
"Enggak, dia bukan pacar aku"
"Tapi kamu kan sering s*x sama dia"
"Kamu sendiri yang bilang, cuma s*x, satu-satunya wanita yang aku cinta dengan sepenuh hati itu Gianna dan aku mau balikan sama dia"
"Xander, udah enam tahun, dia udah move on sama Jayden"
"Enggak, dia gak cinta sama dia"
"Yakin banget nih?"
"Yakin 100%"
Aku berdiri dan pergi dari kamar.
Aku pergi ke pinggir kolam, aku lihat dua orang dari jauh.
Aku deketin dan ternyata Jayden sama Gianna.. ciuman, dia bales ciuman dia.
Aku remes tangan saking marahnya, pengen banget nonjok dia.
Tapi Gianna juga ciuman sama dia, berarti dia mau.
Aku liatin mereka dari jauh pas mereka berhenti, dia bisikin sesuatu di telinga dia yang bikin dia cekikikan.
Dia tiba-tiba pergi ninggalin dia sendirian.
Aku samperin dia dan puter dia biar hadep aku.
"Gosh, kamu bikin aku kaget setengah mati"
"Kamu kayaknya deket banget sama Jayden"
"Xander, aku lagi gak mau…"
"Aku liat kamu ciuman sama dia" Aku motong omongan dia.
"Kamu nguntit aku?"
"Enggak, aku jalan aja terus liat kalian ciuman, cara dia megang kamu"
"Maksudnya apa sih?"
"Itu bikin kamu keliatan kayak pel*cur" Aku bilang dan dia nampar aku.
"Gak bosen apa nampar aku terus?"
"Kamu tuh brengsek banget sampe bandingin aku sama pel*cur, aku tuh bukan Skylar.
Kamu gak punya hak buat ngomong gitu karena kamu ninggalin aku enam tahun lalu, kamu hancurin hati aku jadi aku punya hak buat sama siapa aja yang aku mau.
Jangan lupa sepupu kamu sendiri perkosa aku waktu aku umur 17, aku udah kasih semuanya ke kamu, hati aku, jiwa aku, dan badan aku ke kamu, kamu gak tau diri.
Sekarang kamu udah terkenal, kamu pikir kamu bisa ngehakimin aku, balik aja sana sama sampah gak berguna namanya Skylar, biarin aku sendiri"
"Kalo gitu berarti udah selesai, aku gak bakal ganggu kamu lagi" Aku bilang dan pergi
*
*
*
*
*
*
*
"Alexander BERHENTI" Kimberly bilang pas aku terus-terusan ngancurin kamar saking marahnya.
Aku hancurin kursi-kursi, aku kepeleset dan jatoh terus mulai nangis, sesuatu yang udah lama gak aku lakuin.
Kimberly duduk di samping aku.
"Kenapa?"
"Kamu bener, dia udah gak cinta lagi sama aku"
"Oke, jelasin"
"Aku liat dia ciuman sama Jayden"
"Kan udah aku bilang, Xander, kan udah aku bilang"
"Aku kira dia masih ngerasa cinta banget sama aku"
"Kamu masih cinta sama dia?"
"Kimberly, aku cinta dia lebih dari hidup aku sendiri"
"Terus kenapa kamu ninggalin dia kalo kamu cinta banget?"
"Aku gak mau, mereka maksa aku"
"Ceritain apa yang terjadi"
"Alasan aku ninggalin Gianna itu…
T.B.C