BAB 22
Beberapa bulan kemudian.
P.o.v Alexander
'Semua waktu itu aku cuma pengen natap matamu dengan bintang-bintang di malam hari.
Semua waktu itu, aku cuma pengen ngerasain pelukan hangatmu.
Kamu cuma mimpi yang jadi kenyataan, aku gak nyangka kamu bisa ada di sini sama aku.
Aku gak bisa bandingin kamu sama apapun di dunia ini'
Aku selesai baca puisi itu buat dia dan dia cuma senyum.
Kita lagi di taman larut malam di rumahku.
'Itu indah banget, Xander, gimana sih caranya kamu selalu bisa bikin itu?'
'Aku cuma liat kamu dan kata-kata mulai mengalir, kamu itu inspirasiku'
Dia cium aku pelan di bibir, terus kita pelukan.
'Aku cinta banget sama kamu, Xander, cinta banget'
'Gianna Flores, aku juga cinta sama kamu, lebih dari yang bisa kamu bayangin' kataku dan dia cekikikan.
'Gimana kalau kita masuk, di luar mulai dingin nih'
'Iya, boleh'
Kita jalan masuk ke ruang tamu.
'Orang tua kita belum pulang?'
'Belum dan aku gak yakin mereka bakal pulang hari ini' kataku sedih.
'Ketiadaan mereka pasti bikin kamu sakit'
'Iya sih, tapi aku rasa aku udah biasa'
'Ya udah, aku nginep di sini aja'
'Kamu?'
'Iya, aku gak bakal biarin kamu sendirian di sini, kamu kan pacarku dan tanggung jawabku' Katanya dan aku senyum ke dia.
'Kamu yang terbaik'
Kita jalan ke kamar aku di lantai atas.
'Kamu bisa tiduran di kasurku, aku tidur di sofa aja'
'Tapi aku gak mau gitu, ayo kita tidur bareng di kasur'
'Kamu yakin? Aku gak mau kamu gak nyaman'
'Gak kok, lagian kamu kan pacarku, jadi ayo, tidur di kasur'
Kita berdua tiduran di kasur sambil pelukan, kita ngobrol sampe akhirnya ketiduran.
*
*
*
*
Seminggu kemudian.
P.o.v Gianna
'Hai cantik'
Aku noleh dan itu Blake, salah satu temennya Xander.
'Blake, kamu tau Xander gak suka kalau kamu manggil aku gitu'
'Aku tau sih, tapi dia kan gak ada di sini'
'Kamu mau apa?'
'Aku mau ngadain pesta di rumahku, jadi aku pengen tau kamu bisa dateng gak' Katanya sambil nyerahin undangan ke aku.
'Blake, aku gak yakin soal…'
'Gak usah khawatir, Xander juga dateng kok'
'Nanti aku pikirin deh'
'Oke' Katanya dan ngedipin aku sebelum pergi.
'Kok Blake bisa di sini?' Ashley nanya sambil nyamperin aku.
'Dia ngundang aku ke pesta di rumahnya'
'Kamu mau dateng? Kamu tau kan Xander gak suka kalau dia deket-deket kamu'
'Aku tau, tapi katanya Xander juga dateng, kamu diundang gak?'
'Iya, dia bilang aku bisa bikin pestanya makin seru, aku gak tau deh maksudnya apa'
'Biar aku ngomong sama Xander dulu'
*
*
*
*
*
'Gak bakalan, Sayang' kata Xander waktu aku cerita soal pesta itu.
'Tapi kenapa? Kamu juga dateng'
'Iya, karena aku tau gak ada yang bakal nyakitin atau mau manfaatin aku'
'Siapa yang mau manfaatin aku?'
'Blake dan semua cowok lain di pesta itu, kamu gak liat cara mereka natap badanmu waktu kamu dateng liat aku latihan di lapangan basket'
'Kamu kan bakal ada di sana bareng aku jadi mereka gak bakal ngapa-ngapain, Sayang, aku beneran pengen dateng ke pesta ini, udah lama banget gak pergi'
'Iya, karena terakhir kali kamu diperkosa, apa kamu mau hal itu terjadi lagi?'
'Gak, aku gak mau dan aku bakal seneng kalau kamu gak inget-ingetin aku soal kejadian itu, kamu tau kan, aku pergi dulu'
Aku balik badan mau pergi tapi dia narik aku balik dan meluk aku.
'Maaf banget, Sayang, aku gak maksud buat ngingetin, aku cuma gak mau ada apa-apa sama kamu'
'Coba kasih tau aku sesuatu, Xander, apa yang sebenarnya kamu takutin, aku pergi ke pesta itu atau pikiran ada cowok lain yang nyentuh aku?'
'Keduanya, aku pengen jadi satu-satunya cowok yang nyentuh kamu atau ngerasain kamu, cuma aku'
'Kamu punya aku seutuhnya, Xander, gak ada yang bisa ngambil aku'
'Aku tau, aku cinta banget sama kamu'
'Aku juga cinta kamu' kataku sebelum ngeklaim bibirnya.
P.o.v Alexander
Dengan berat hati aku setuju Gigi ikut aku ke pesta itu.
Kita lagi nunggu Ashley dan Gianna selesai dandan.
'Kenapa sih cewek lama banget kalau dandan?' Jamal nanya bikin aku ketawa kecil.
'Udah selesai' kata Ashley dari lantai atas.
'Woah, kamu cantik banget' Jamal bilang dan Ashley blushing.
'Aku juga udah selesai' Gianna bilang.
Dia turun sambil pake dress paling seksi yang pernah aku liat.
'Gimana penampilanku?' Katanya sambil muter-muter.
'Rahang Xander copot' kata Ashley bikin Gigi cekikikan.
'Aku gak suka' kataku.
'Kenapa? Bagus kok, aku suka'
'Gak, Sayang, aku gak suka, terlalu ketat dan terlalu pendek'
'Xander, gak papa kok, gak terlalu pendek kok, aku gak bisa buka'
'Aku gak mau cowok-cowok itu natap kamu'
'Bro, kamu dan aku bakal mastiin gak ada yang nyentuh dia, aku juga gak suka sama si Blake itu'
'Xander, ayo pergi' Gigi bilang sambil ngelus pipiku.
'Oke deh'
P.o.v Gianna
Akhirnya kita sampe di pesta, musiknya keras banget, aku bahkan gak bisa denger pikiran sendiri.
Aku ngerasa ada yang megang pinggangku kenceng banget, aku noleh dan itu Xander.
'Jangan jauhin aku' Dia bisikin di telingaku dan aku ngangguk.
Kita masuk ke dalem, Ashley dan Jamal gandengan tangan dan pergi.
Aku dan Xander pergi buat duduk di area bar.
'Rumahnya Blake bagus' kataku dan Xander ngejek.
'Aku pernah liat yang lebih bagus'
'Xander, kamu kok cemburuan banget sih' kataku dan ketawa kecil.
'Aku cuma cemburu kalau ada yang coba macem-macem sama milikku'
Aku deketin dia dan nyium bibirnya dua kali.
'Aku udah bilang, aku milikmu' kataku dan dia senyum.
Kita mau ciuman waktu ada yang nyela.
'Wah, ini pasangan terbaik di kampus nih' Blake bilang sambil nyengir ke kita.
'Hai, Blake'
'Hai, Gigi, kamu cantik banget seperti biasanya'
'Jangan natap dia lama-lama'
'Gak usah khawatir, Xander, Gigi milikmu kok'
'Aku tau itu, aku harap kamu juga tau itu, aku gak main-main sama milikku'
'Nikmatin pestanya' Blake bilang dan pergi.
*
*
*
*
Pestanya seru sih, kita main game dan nonton gerakan dance dari penari profesional.
Lagu slow diputer dan semua orang nyari pasangan.
'Ayo, kita dansa' kataku dan narik Xander ke lantai dansa.
Dia megang pinggangku dan aku meluk lehernya.
'Kamu keliatan seksi banget pake dress ini'
'Makasih'
Dia narik aku lebih deket lagi di pinggang dan nyium aku penuh gairah.
Kita ciuman kayak cuma ada kita berdua di ruangan.
Dia mulai nyium leherku, terus bahuku.
'Xanderrrr' aku mengerang, dia berhenti nyium aku.
'Kita gak seharusnya ngelakuin ini di sini' kataku dan dia ngangguk.
'Iya, kamu bener'
'Aku capek dansa, ayo kita duduk'
Kita balik lagi ke tempat duduk kita.
'Aku mau ke kamar mandi, jadi tunggu di sini' Xander bilang dan pergi.
Aku lanjut minum minuman aku, Blake nyamperin aku.
'Kamu sendirian'
'Xander lagi di jalan'
'Selain seksi dan cantik ini, Xander keliatannya bucin banget sama kamu'
'Emang ada masalah?'
'Gak sih, cuma kamu pasti jago banget di ranjang, soalnya dia gak biarin kamu deket-deket cowok lain'
'Blake, jangan berani-berani gak sopan sama aku'
'Gak kok, aku cuma ngehargain kamu, aku pengen banget ngerasain kamu'
'Kamu gila, Blake, atau mabok?'
'Agak mabuk sih tapi gak mabok, kamu cewek seksi banget, biarin aku perlakuin kamu kayak Xander gak bisa'
'Aku gak butuh kamu, Xander segalanya buat aku'
'Kamu yakin?' Dia nanya dan coba megang pahaku.
'Jangan coba-coba nyentuh pacarku' Xander bilang dingin dan nonjok Blake sampe jatuh.
Salah satu temennya Blake coba nonjok Xander tapi Jamal cepet-cepet nonjok dia.
'Guys, kita pergi dari tempat ini' kata Ashley.
'Iya, ayo pergi' Xander bilang dan narik aku.
Kita masuk mobil dan pulang, Xander gak ngeliat aku sama sekali.
Ashley diturunin di rumahnya, kita sampe di rumah.
'Xander, kenapa kamu diem aja?'
'Aku bilang kan Blake coba buat tidur sama kamu'
'Aku tau dan aku minta maaf'
'Gak usah, aku cuma mau kamu hati-hati, itu aja'
'Jadi kamu maafin aku?'
'Iya kalau aku dapet ciuman' katanya dan aku cekikikan.
Kita ciuman.
T.B.C