Bab 157
Brady
"Mau kemana malem ini?" Brady nanya pas kita jalan pulang, eh, lebih tepatnya sih gue jalan dan Brady main skateboard di samping gue.
"Gue denger dari Gemma kalau semua orang mau ke Finnegan's malem ini buat nongkrong!" "Terus?"
"Teruuus gue bilang ke dia kalau kita bakal mampir bentar" Gue senyum sambil nunjukin gigi biar dia setuju. "Nggak Jo! Nggak mau! Gue nggak mau!"
Gue pegang lengannya, mohon, "Please! Cuma 10 menit biar kita bisa bilang pernah ke sana!" Terus narik dia dari
skateboardnya.
"Jangan liatin gue dengan muka kayak gitu yang bikin gue ngelakuin apa aja yang lo mau!" Dia ngejauhin lengannya dan ngambil papan skateboardnya.
Kita lanjut jalan, "Kalau lo bilang iya, gue janji nggak bakal minta apa-apa lagi," "Sampai ada hal lain yang muncul?"
"Ya, jelas dong."
"Jo, gue nggak mau ngabisin Jumat malam gue sama orang-orang yang satu sekolah. Kenapa kita nggak balik ke rumah gue aja, pesen pizza, terus nelpon Mick, dan kita punya malem yang seru cuma berdua?"
"Gue nggak mau ngabisin Jumat malam makan pizza dan ngeganja sama lo, Brady!" Itu keluar dari mulut gue lebih keras dari yang seharusnya.
"Mau toa nggak buat mulut raksasa itu?"
Pas kita lagi jalan, sebuah mobil yang familiar ngebut nyamperin kita, ngebuat gue dan Brady agak keseret ke belakang, tapi kita nggak jatuh. Jendela penumpang turun, nunjukin Greg Mercy. "Wah, kalau bukan Brady dan Jojo, makin kemayu aja kalian tiap kali gue lihat."
Greg Mercy bener-bener hal terakhir yang kita butuhin sekarang. "Bener-bener bagian terbaik dari hari gue, pas Greg Mercy nyamperin kita terus bilang, 'Wah, kalau bukan Brady dan Jojo', terus dilanjutin sama sesuatu yang bener-bener ngehina. Tapi, buat seru-seruan, gimana kalau lo nggak usah pake 'Wah, kalau bukan' dan langsung ngehina aja lain kali?" "Gue setuju," gue nambahin.
"Oh, bagus kita sependapat!" Gue dan Brady senyum satu sama lain, terus balik lagi ke Greg. "Aneh!"
"Oh, hai Calliope," Brady nunduk buat ngeliat Calliope, pacarnya Greg, yang lagi nyetir mobil, setara matanya.
"Lo tahu, gue selalu pengen ngeungkapin rasa terima kasih gue yang mendalam atas apa yang kalian berdua lakuin di sini, dia nyetirin kalian dan kalian biarin dia," berdiri lagi sambil ngeliatin gue.
Brady nanya, "Jojo, kenapa lo nggak nyetirin gue?" "Gampang, gue bukan pacar lo."
"Oh, ya! Kesalahan umum."
"Kalian pecundang aneh emang cocoknya barengan."
"Greg Mercy, terima kasih atas sarannya, kami akan dengan senang hati melakukannya." "Pergi sana sayang, mereka makin aneh."
Mereka pergi, dan kita dadah-dadah. "Lakukan ini lagi!" Brady teriak saat mobilnya menghilang. "Gue suka banget ngerjain mereka," kita ketawa dan lanjut jalan.
"Seru banget!"
Dia naruh lagi papan skateboardnya terus naik lagi, mulai nge-skate lagi. "Soal malem ini..." dia bilang, ngebuat gue merhatiin. "Mungkin kita bisa mampir."
"Serius?!" Gue semangat.
"Buat bentar aja! Kita pergi begitu gue bilang!"
"Oke, ya, itu adil," ujung bibir gue nggak terkontrol melebar jadi senyuman lebar. "Lo bakal suka, gue tahu!"
"Lo nggak tahu apa-apa," dia ngebut, nge-skate menjauh saat jalan terbagi dan kita berpisah. "Gue ke sana bentar lagi!" Dia teriak saat
dia ngebut di jalan seberang.
"Oke!" Gue teriak balik dan lanjut pulang. "Boleh pinjem mobil nggak?" Gue masuk rumah, nanya ke Ibu sambil naruh tas.
"Oh, hai Ibu, hai sayang, gimana sekolah?" "Bagus, Brady dan aku melakukan sesuatu yang bodoh yang kami pikir lucu untuk membuat orang lain tertawa," dia cerita sambil bangun dari tempat duduknya dan jalan melewati gue ke dapur.
Mata gue memutar, "Hai Ibu, sekolahnya seru, Brady dan gue melakukan sesuatu yang lucu, semua orang ketawa.
Boleh pinjem mobil nggak?" Gue ngikutin dia ke dapur. "Tentu saja sayang, anak yang kucintai."
"Nggak, itu Natalie."
"Hai," dia muncul entah dari mana, masuk dapur setelah gue nyebut namanya.
"Oh, lihat itu Natalie! Balik dari kuliah, gimana hidup di kuliah, cewek yang mampir setiap tiga jam?" "Oh, lihat itu Jojo! Balik dari ciuman sama suaminya, Brady? Gimana sekolah, anak yang nggak pernah ngaku apa-apa!" Dia nyahut sambil buka kulkas dan ngambil minuman. "Natalie, jangan ganggu kakakmu! Jangan bilang kayak gitu ke dia!"
"Dia baik-baik aja, Ibu! Dia bisa terima, dan jangan sok-sokan kita nggak tahu dia ciuman sama Brady." "Natalie!" Dia membentak. "Berhenti!"
"Terserah," dia pergi meninggalkan kita di dapur.
"Gue suka banget kalau dia datang," gue senyum ngeliatin Ibu.
"Kalian berdua bikin Ibu gila. Sekarang, buat apa kamu butuh mobil?"
"Ya, Brady dan gue mau ke Finnegan's malem ini buat nongkrong sama beberapa orang dari sekolah," "Brady setuju buat pergi ke tempat yang bukan taman skateboard?"
"Dia lagi dalam mood yang bagus," gue jawab, inget Greg Mercy. "Pokoknya dia bakal ke sini bentar lagi dan gue harus
siap-siap," gue pergi ke kamar.
Nyalain musik keras-keras buat nutupin suara Natalie, adik gue yang nyebelin, gue buka baju buat mandi kilat.