Bab 88
Dakota
Dakota Earl itu seorang *quarterback* yang umurnya 19 tahun yang dapetin semua yang dia impikan di kuliah, perhatian, cewek-cewek, dan teman-teman. Semuanya datang dari menjadi bagus, dan dia yang terbaik. Dakota udah kerja keras buat jadi yang terbaik, dan itu kelihatan pas dia main malam ini waktu dia bikin *touchdown* penentu kemenangan dan penonton lari ke lapangan sambil nyanyiin namanya, Earl 22.
"MVP DI DALAM RUMAH!!!" Teriak temen satu timnya pas Dakota masuk pesta setelah pertandingannya, "EH SEMUANYA DIEM DAN LIAT KE SINI" dia narik Dakota sambil ngasih dia bir buat persiapan bersulang. "Oke jadi semua orang tahu tim kita jelek banget sebelum Earl gabung tahun lalu, dan sejak itu kita gak pernah kalah satu pertandingan pun. Bro" dia ngeliat Dakota "karena kehebatanmu yang tak terbantahkan, malam ini semua tentang kamu. Semua bir yang bisa kamu minum, sayap yang bisa kamu makan, dan bokong yang bisa kamu dapatkan! KARENA KITA AKAN MENDAPATKAN SEMUANYA BABY!
EARL 22!!"
"EARL 22!!" Mereka semua teriak dan bersorak sambil meluk dan nepuk punggung Dakota, dia menikmatinya, gimana bisa kamu hidup dengan menjadi pria idaman?
Waktu dia jalan-jalan di pesta sambil dapat tepukan di punggung dan ucapan selamat terus-menerus, Dakota akhirnya nyampe ke meja minuman. Nuangin minuman buat dirinya sendiri, dia ngambil gelas dan minum sedikit. "Pesta yang seru," dia denger dan ngangkat pandangannya dari gelasnya, "hai, selamat ya kamu mainnya keren banget malam ini"
"Makasih," Dakota selalu pasang senyum demi orang lain, "Sama-sama, aku Syd," dia mengulurkan tangan.
"Dakota, senang bertemu denganmu," dia salaman.
"Aku tahu siapa kamu, Earl 22," dia tertawa, "tapi senang juga bertemu denganmu." Nyadar tangannya kosong, "eh boleh aku buatin minuman atau ambilin bir?" "Aku mau minuman"
"Oke" dia naruh gelasnya terus ngambilin buat dia, "Aku gak yakin gimana cara bikin minuman, aku cuma nyampur beberapa
barang sampai rasanya gak jelek." Dia tertawa, "oke"
Ngambilin berbagai macam alkohol Dakota nuangin sedikit dari masing-masing dicampur sama jus terus ngasih ke
dia, "jujur aja aku bisa nerima kok." Dia minum sedikit, "enak kok"
Syd ngangguk, "agak kuat tapi aku gak komplain, makasih"
"Sama-sama"
"Kamu tahu kalau hal sepak bola ini gak berhasil jangka panjang aku rasa kamu mungkin udah nemuin rencana cadanganmu"
"Oh ya jadi *bartending* itu kerjaan tetapku, sepak bola cuma sampingan," "Beneran?" baiklah sampinganmu berhasil, kamu MVP."
"Judul yang sangat seru dan gak penting."
Dakota dan Syd menghabiskan sisa pesta ngobrol, minum, dan joget. Waktu malam udah selesai dan mereka berdua udah agak mabuk, Dakota nawarin diri buat nganter dia pulang. "Jadi apa yang kamu lakuin setelah kemenangan malam ini?" Syd nanya waktu mereka jalan.
"Gak keliatan jelas? Aku mau ke Disney World," mereka berdua tertawa. "Gak, tapi aku gak tahu aku rasa nikmatin liburanku sebelum aku harus balik lagi ke kelas yang membosankan."
"Jurusanmu apa?"
"Masih belum memutuskan sekarang, tapi aku mikir buat ganti ke sesuatu yang berhubungan sama olahraga biar aku bisa punya waktu buat fokus ke sepak bola. Gimana sama kamu?" "Fotografi" dia jawab, "Beneran?"
"Iya aku tahu, ngabisin duit buat kamera mahal dan gak pernah nemuin kerjaan yang stabil," dia tertawa kecil, "itulah
masadepanku."
"Aku kasih tahu kamu kalau aku berhasil, aku akan sewa kamu jadi fotografer pribadiku, dan gak ada orang lain yang boleh foto aku, cuma kamu."
"Ya ampun kamu baik banget" dia berhenti waktu mereka nyampe apartemennya. "Kamu tahu aku gak punya teman sekamar dan aku punya studio yang lengkap kalau kamu mau latihan sekarang juga"
"Kamu minta aku buat foto kamu?"
"Gak, aku secara halus minta buat tidur sama kamu" Syd senyum "tapi tentu aja aku akan foto kamu juga"
"Wah oke" dia ngangguk setuju, "tawaran yang sangat menggoda dan aku gak cuma bilang itu buat foto gratis, tapi aku gak bisa, aku udah punya seseorang. Tapi makasih ya"
Dia senyum, "kamu aneh" "Gimana?"
Dia mengangkat bahu, "kamu cuma gak seperti yang aku kira, tapi itu hal yang bagus, kamu Dakota Earl itu beda."
"Makasih?" Dia bingung tapi nerima dengan tertawa
"Sama-sama dan makasih udah nganter pulang" dia nyium pipinya terus masuk ke gedungnya.
Dakota Earl itu anak kuliahan yang lagi nikmatin hidupnya, tapi di balik badan atletis yang keren dan semua tentang sepak bola dan cewek-cewek, Dakota punya rahasia yang dia simpen dari semua orang. Itu hal yang bikin semuanya berharga.