Bab 71
Porter pt. 1
Garret siap buat hidupnya berubah, dia 18 tahun, kelas 12, dan kutu buku yang baik. Tapi Garret Philbin nggak seneng sama hidupnya selama ini, dia belum pernah dicium cowok, dan nggak tahu rasanya disukai orang. Yang dia tahu pasti, dia ada rasa sama Porter Jackson, dan itu jelas bikin dia gay.
Keluar dari kamarnya, Garret turun ke bawah, gabung sama keluarganya, "selamat pagi-" ibunya berhenti pas ngeliat dia.
Ngelirik ibunya dan ekspresi kaget yang nggak penting di wajahnya, Garret jawab "hai" sambil ngambil piring makanan yang dia kira buat dia. "Hai, Ayah" dia ngelewatin ayahnya dan langsung ke meja, duduk di depan adiknya Harper.
Ayahnya nyamperin ibunya dan bilang, "Elaine, anak itu senyum?" Ayah berbisik, "Aku tahu" Elaine noleh ke suaminya, "apa?" Dia nanya bingung.
"Kenapa sih?" Harper nanya sambil ngeliat senyum di wajah kakaknya yang biasanya nggak bahagia.
Siap buat kasih tahu mereka tentang perubahannya, Garret noleh ke orang tuanya, "Aku mau ngasih pengumuman" "Oh, Craig, buruan ke meja" mereka langsung nyamperin.
Semuanya natap Garret dan dia kasih tahu, "Tahun ini tahun terakhirku, dan sebagai anak kelas 12 yang bener, aku mau fokus sama hal lain." Dia ngeliatin orang tuanya.
"Maksudnya apa?" Pengumumannya bikin bingung.
"Itu pertanyaan?" Ayahnya nanya.
"Maksudnya, aku punya banyak waktu luang sekarang, aku udah selesai sama urusan kuliah, udah ambil tesnya lebih awal jadi lancar jaya dari sini, kan?"
Mereka ngangguk setuju, "oke, deh"
"Aku mau lakuin sesuatu yang normal sebelum pergi, aku mau cari seseorang" dia ngaku. "Buat apa, sayang?" Elaine nanya.
"Buat pacaran!" Dia nggak jelas banget.
"Kamu mau *coming out* lagi?" Harper nanya setelah sama sekali nggak merhatiin pembicaraan dari awal dan fokus sama makanannya.
"Nggak" dia noleh ke dia, "Aku nggak ngomong sama kamu, Harper, diem deh." Terus noleh lagi ke orang tuanya, "Kalian mau heboh nggak sih?"
Mereka mikir, terus ayahnya mendekat sambil ngangkat tangan, "Boleh nanya sesuatu?" Garret ngangguk. "Kenapa senyum-senyum gitu?" Dia nunjuk wajah anaknya, "dan juga, kamu pake baju baru?"
"Iya, Craig, ingat kan aku bilang beberapa minggu lalu dia minta dibeliin baju baru." Ibunya bilang, "Aku cuma mau coba sesuatu yang baru, oke? Nggak ada lagi Garret yang sedih dan tersiksa-"
"Maksudnya Garret yang aneh dan nggak bahagia"
Nggak peduli sama adiknya, "Boleh aku minta dukungan kalian?"
"Tentu saja, sayang" dia senyum dan jalan ke kursinya di meja.
"Ya, kamu dapat dukungan kami" Ayah Garret jawab dan jalan buat ngambil kopi di konter, terus gabung sama mereka di meja.
"Ya udah, karena omong kosong itu nggak buang waktu makanku, aku udah selesai dan aku harus selesai-selesai buat siap-siap soalnya Porter mau jemput, jadi jangan suruh aku duduk bareng kalian sampai kalian selesai." Harper bangun, jalan ke dapur dengan piring kosongnya, "makasih makanannya, Ibu" dia ngeletakin piringnya di wastafel dan pergi.
"Porter mau jemput?" Garret ngeliatin dia pergi, berharap dia jawab. Pengetahuan itu bikin perutnya mual, sekarang makanan juga nggak penting. "Aku harus ganti baju" dia buru-buru bangun dan pergi.
"Apaan tuh?" Craig noleh ke istrinya dan nanya.
"Mungkin *first day jitters*" dia menebak sambil mengangkat bahu, keluarga Philbin tahu apa yang harus mereka hadapi dari anak remaja jadi mereka udah nggak peduli lagi.
Pergi ke kamarnya, Garret ngacak-ngacak baju baru yang dibeliin ibunya, dan coba cari kemeja yang lebih bagus. Kemeja berkancing terlalu berlebihan, dan kaos biasa nggak cukup dia banget. Merasa buntu di depan cerminnya, Harper masuk sambil pake jaketnya, "Hai, bodoh"
"Pergi sana" dia terus natap dirinya sendiri.
"Ingat pembicaraan kita waktu kamu mikir mau kasih tahu aku kalau kamu mungkin ada rasa sama sahabatku?" Garret noleh buat ngeliatin dia, "ingat janji kamu?"
Nggak mau jawab, Garret nanya, "menurutmu kemeja ini terlalu berlebihan?" "Kebanyakan kantong" dia jawab.
"Cuma ada satu kantong!"
"Iya, kebanyakan satu!" Dia nyolot dan Garret menghela napas, terus buka bajunya, "Polos aja deh" dia pake kemeja biru polos.
"Jawab aku sekarang?" Dia nunggu dan Garret nggak bilang apa-apa, "kamu bilang-"
"Aku nggak akan kasih tahu dia gimana perasaanku, Harper! Aku tahu" dia ngomong cepet dan kesel, itu bohong tapi Harper bikin masalah besar soal Garret ada rasa sama Porter, lebih baik Garret bohong aja.
"Dia pergi sepanjang musim panas dan akhirnya aku bisa ketemu dia lagi, jadi kamu bakal santai waktu dia di sini, kan?"
"Keluar dari kamarku," dia bilang sambil ngambil jaket dan ponselnya, pergi sebelum dia. Balik lagi ke bawah, dia ngambil tas dan kunci mobilnya, "Aku pergi"
"Oke, dadah," ibunya jawab dan ayahnya melambai.
Garret keluar dari rumahnya nggak sampai deket mobilnya, dia berhenti pas ngeliat Porter Jackson keluar dari mobilnya. Kayak Garret ngeliat semuanya *slow motion*, gimana kerennya Porter dengan kulit tan-nya dan cara pakaiannya selalu pas di badannya. Tanpa malu-malu natap, Garret nikmatin semuanya, semakin deket Porter ke dia, semakin jelas dia bisa ngeliat gimana rambutnya berkilau banget.
"Hai, Garret" Porter berhenti sambil senyum.
"Porter" dia senyum, "kamu udah balik" seolah dia nggak tahu.
"Iya, gimana liburanmu?" Dia habiskan waktu mikirin kamu.
"Baik, tapi nggak sebagus liburanmu, aku yakin. Gimana Italia sama Elia?" Elia adalah mimpi buruk Garret, pacar Italia Porter yang ganteng yang selama 2 tahun ini udah janji mau ajak Porter ke Italia dan dia beneran pergi. Sesuatu yang nggak akan pernah bisa Garret lakuin.
"Seru banget" Porter kayak ngeremehin pengalamannya, "Aku lebih banyak habiskan waktu di Sisilia karena di sana banyak keluarga Elia yang tinggal."