Bab 64 Bagian Beth
"Jadi, Nona Cindy; kurasa kita punya *deadline* sekarang. Ada saran gimana kita harus hadapin ini?"
"Yang kupikir harus kulakuin adalah coba buat kontak lagi sama Tommy."
"Kenapa gitu, Nona Lidestrom?" tanya Profesor.
"Kamu mikir dia pembunuhnya, Nona Cindy?" Sheriff penasaran.
"Gak tau, Sheriff; mungkin aja sih. Tapi, pembunuh atau bukan, aku percaya Tommy yang bakal ngatur ulang kejadiannya."
"Terus, apa yang bikin kamu mikir gitu, Nona Lidestrom?"
"Soalnya, Tommy ngitung mundur pake jari sebelum si pembunuh masuk ke lumbung. Dia tau persis kapan dia harus nutup telinganya. Tommy pasti udah ngeliat malem itu terjadi berkali-kali; kemungkinan besar udah sering banget. Dia lagi mempelajarinya. Dia yang bakal ngatur urutan kejadian malem itu...aku yakin."
"Berarti, Nona Lidestrom, kalau teorimu bener; Tommy punya persona yang paling dominan di antara mereka. Kamu percaya dia yang paling berpengaruh?"
"Gak juga, Profesor. Persona yang paling ditakutin di antara mereka; iya. Yang paling dominan? Gak tau. Ngatur gimana malem itu bakal terjadi gak bikin Tommy jadi yang paling berpengaruh; cuma yang kuat aja."
"Gimana dengan Charles dan Chelsea, Kiddo; mereka posisinya gimana di semua ini?" tanya Wakil Charles Grotto ke keponakannya sambil nuang kopi lagi.
"Susah dibilang...setidaknya bagian Charles di sini," jelas Cindy, "Tapi aku mikir gini; kalau Chelsea nyari Tommy selama ini; mungkin dia mau ngehentiin malem ini biar gak terjadi."
"Wah, gitu ya, Nona Cindy; mungkin kamu harus coba hubungin dia, buat liat apa dia bisa bantu kita," saran Sheriff.
"Andai aja semudah itu, Sheriff. Kamu tau, aku punya firasat kalau Tommy yang ada di balik kematian Chelsea; liat gimana kondisinya makin parah pas tanggal yang ditarget makin deket. Tommy mungkin tau Chelsea bakal coba ngehentiin dia dari ngulang kejadian malem itu; jadi, dia lakuin apa yang harus dia lakuin buat singkirin dia."
"Jadi; kurasa ini bakal jadi kedua kalinya Tommy ngebunuh Chelsea."
"Kelihatannya sih gitu."
"Terus, Mary palsu kita; gimana dengan dia?" tanya Wakil Hopkins.
"Masih tanda tanya besar. Semua orang udah ketahuan; siapa yang ada di balik persona Mary, gak ada yang tau. Bisa aja, itu yang paling berpengaruh."
"Ya udah deh, Nona Lidestrom; kita emang punya banyak kerjaan buat beberapa minggu ke depan. Ada lagi yang harus kita pertimbangin sebelum kita bikin rencana serangan; bisa dibilang begitu?"
Cindy berdiri dari meja, melipat tangannya di dada, sambil mondar-mandir. "Sebenernya, Profesor; ada dua hal yang bikin aku khawatir sekarang."
"Apa itu, Nona Lidestrom?"
"Pertama; Jean-Louise Wadell mana?"
"Bonekanya Anna?"
"Iya."
"Kenapa emangnya, Nona Lidestrom?"
"Anna ngobrol sama dia."
"Sekarang, Nona Cindy," Sheriff menyela, "kebanyakan anak-anak yang pernah kulihat, emang ngobrol sama boneka mereka."
"Bener, Sheriff," Cindy mendekat dan menaruh tangannya di sisi lengan atasnya, "tapi, kebanyakan boneka gak bales ngomong." Dia mengedipkan mata dan melepaskan tangannya dari lengannya. "Seseorang berkomunikasi sama Anna sebelum dia menghilang. Awalnya, Beth dan aku mikir itu Chelsea; tapi, sekarang aku gak yakin itu dia."
"Terus siapa, Kiddo?"
"Gak tau, Om Mike. Yang aku tau adalah kita harus nemuin boneka itu."
"Dan; kekhawatiran keduamu, Nona Lidestrom?"
"Beth."
"Beth?"
"Kita tau kenapa mereka ngehubungin Anna sekarang; mereka butuh dia buat reenactment-nya. Tapi, kenapa mereka ngehubungin Beth; apa hubungannya dia sama ini?"
"Aku kira kamu bilang Beth itu katalisnya, Nona Cindy?"
"Iya. Dan, dia mungkin masih jadi. Pertanyaannya adalah gimana? Gimana dia terhubung sama kehadiran ini? Apa tujuannya dia harus ada?"
"Kita mungkin bisa cari tau dari siapa kontak pertamanya. Siapa yang ngehubungin dia duluan, Nona Lidestrom?"
"Aku mikirin itu juga, Profesor. Masalahnya gini...walaupun Mary nunjukin kehadirannya duluan lewat tindakan gak langsung antara dia dan Beth; Chelsea nunjukin dirinya ke Beth duluan."
"Aku bisa ngerti gimana itu bisa bikin kita bingung," jawab Profesor sambil ngelap kacamatanya.
"Pasti ada semacam hubungan antara Beth dan setidaknya salah satu dari roh-roh ini. Aku nanya Martin kalau Beth pernah nyebutin apa pun sebelumnya tentang punya pengalaman paranormal; tapi, dia gak inget apa pun. Ada satu hal lagi yang pengen kucoba."
"Apa itu, Nona Lidestrom?"
"Aku mau ngecek laporan silsilah keluarga Beth. Kalau aku bener, di suatu titik dalam garis keluarganya, jalan mereka mungkin pernah bersilangan antara salah satu kerabat Beth dan anak-anak Steinman; bikin kemungkinan hubungan darah di antara mereka."