Bab 66 Terjebak dalam Limbo
Semuanya kayak berkabut gitu, kayak ada uapnya. Dua hari terakhir, dia gak lihat siapa pun…sampai sekarang.
"Halo, Anna."
"Aku di mana?"
"Kamu di rumahmu, bodoh. Gak kenal lagi ya?"
"Kenapa aku gak bisa keluar?"
"Karena, belum waktunya kamu keluar, Anna."
"Kenapa?"
"Karena, ya belum aja."
"Mommy sama Daddy aku mana?"
"Gak penting lagi, Anna."
Anna mulai nangis. "Aku mau pergi! Aku mau Mommy sama Daddy aku! Kamu mau apa dari aku?"
"Tenang, Anna. Gak apa-apa kok; percaya sama aku. Kita kan teman; ingat?"
"Kamu bukan teman aku. Kamu bohong! Kamu bukan Mary!"
Mary mencengkeram lengan atasnya dan menarik Anna ke arahnya. Wajah Mary merah padam karena amarah yang membara. "Maksudnya apa kamu bilang aku bukan Mary, Anna? Aku Mary! Aku gak bohong sama kamu! Kita teman! Kita teman! Bilang kita teman, Anna! Bilang! Bilang!" Mary mengguncangnya dengan kasar.
Anna gemetar sambil merintih pelan, "Kita…teman."
Masih mengguncang Anna, dia menuntut, "Lebih keras! Bilang lebih keras, Anna!"
Anna berteriak, "KITA TEMAN!"
Mary berhenti mengguncang Anna dan melepaskannya. "Bagus…lebih baik."
Anna memohon dengan lemah, "Tolong, Mary; aku mau pulang."
"Pulang ke mana, Anna?"
"Rumah."
"Kamu kan di rumah, Anna."
"Enggak; rumahku…sama Mommy dan Daddy aku."
"Kamu belum bisa pergi, Anna; udah aku bilang."
"Kenapa?"
"Karena, ada hal yang harus kita lakukan."
"Hal apa?"
"Gak usah khawatir soal itu sekarang, Anna; lagi diurus kok. Kamu tinggal tunggu aja."
"Tunggu apa? Sampai kapan?"
"Gak usah mikirin apa, Anna. Dan, kalau waktunya tiba…kamu bakal tahu. Jadi, mau main game gak?"
Anna pelan menjawab, "Enggak, makasih."
"Apa?"
"Enggak, makasih; Mary."
"Kenapa gak mau, Anna? Seru kok. Lumayan buat ngisi waktu sambil nunggu."
"Aku gak pengen main sekarang, Mary."
Ada nada marah sedikit di suara Mary sekarang. "Kenapa gak mau, Anna? Apa sih masalahnya?"
Anna mundur beberapa langkah sebelum menjawab, "Gak ada. Aku…aku cuma lagi gak pengen main aja."
Mary mendekat ke arah Anna; yang terus menjauh darinya, sampai terhenti oleh tembok. Mary menempelkan tangannya ke tembok di kedua sisi Anna; menjebak Anna di antara kedua lengannya. Mary membungkuk ke Anna yang ketakutan, mencibirnya.
"Apa sih masalahmu, jalang? Aku udah berusaha baik di sini; tapi, kamu gak mau kerja sama! Kamu masih punya waktu di sini, Anna…mendingan dimanfaatin aja, kan?" Anna mengangguk gugup. "Ya udah deh, Anna; aku tanya sekali lagi…mau main game sama aku gak?"
Lagi-lagi, Anna mengangguk gugup.
"Oke deh." Mary melepaskan tangannya dari tembok dan mundur menjauhi Anna. "Oke, Anna; ayo main."