Bab 99 Mengunjungi Kembali Tempat Suci
Anna bergoyang maju mundur dengan irama, kayak orang kesurupan, gak ngomong sepatah kata pun; atau, bahkan ngeh ada orang lain di gubuk itu. Dia udah megangin Jean-Louise, goyang di kursi goyang yang ditemuin Phillip dan ibunya Ruby pas Tommy lagi goyang sore itu; sambil dia natap tubuh adiknya yang berlumuran darah, gak bergerak.
Biar dia ngeh, Cindy naruh kotak musik yang dikasih Helene ke mereka di lantai samping Anna, terus buka tutupnya biar mulai main. Anna berhenti, ngeliat kotak musik itu, senyum, terus, balik lagi goyang.
Cindy jongkok terus nanya, "Anna, Sayang; Chelsea suka musiknya? Apa dia kangen kotak musiknya, Sayang?" Anna terus goyang tanpa jawab; jadi, Cindy nyoba lagi. "Anna? Sayang? Chelsea mau kotak musiknya balik?"
Anna berhenti goyang dan ngangkat Jean-Louise ke telinganya; dengerin apa yang dia mau bilang. Terus, Anna nurunin Jean-Louise lagi ke tempatnya tadi, dan ngadep Cindy; bilang ke dia, "Itu bukan kotak musik Chelsea." Dia balik goyang.
"Terus; kotak musik siapa itu, Sayang?"
Ada jeda sebentar sebelum Anna jawab, "Punya Tommy."
Cindy pelan-pelan berdiri dan balik badan buat ngeliat Sheriff Faulkner; yang ngasih dia senyum. Cindy bales senyum, pas dia jalan ke tempat dia dan pamannya berdiri.
Pikiran mereka tiba-tiba ke tarik sama suara helikopter yang mendekat; dan, pas ngelewatin mereka, Cindy senyum sambil ngadep ke sheriff dan bilang, "Yah, Sheriff; kayaknya kita hampir siap buat hal yang tak terhindarkan."
Semua orang kecuali Anna …yang tetep di dalem goyang di kursi, sambil megangin Jean-Louise…keluar. Mereka ngeliat helikopter Polisi Negara Bagian Rhode Island mendarat di tempat terbuka sekitar dua puluh yard jauhnya. Begitu mesinnya mati, dan baling-balingnya berhenti muter; pintu samping kebuka, dan Kopral Nyce sama beberapa petugas lain keluar dari pesawat.
Cindy manggil, "Seneng banget bisa liat kalian dateng."
Kopral Nyce bales, "Seneng banget diundang ke pesta. Percaya deh; gue gak bakal ketinggalan yang satu ini buat dunia."
"Ngomong-ngomong soal itu; apa lo bisa ambil bingkisan pestanya?"
"Ada di sini nih, Cindy." Mereka mulai bongkar dua peti logam gede dari helikopter. "Mau ditaruh di mana?"
"Di dalem gubuk; kalo gak keberatan."
"Gue gak keberatan sama sekali." Kopral Nyce ngasih isyarat ke petugas yang bawa peti buat ngikutin dia. "Sini, guys; ayo."
Para petugas bawa peti itu ke dalem, naruh di lantai ruang keluarga gubuk sekitar delapan kaki dari Anna; yang masih gak ngeh sama kegiatan apapun yang terjadi, sambil dia terus goyang dalam keadaan kayak orang kesurupan.
Cindy nanya ke Kopral Nyce, "Lo ada masalah nyari gubuknya?"
"Gak juga; Jim di sana tuh kayaknya tau tempat ini di mana. Dia sama temennya nemuin ini pas kita lagi nyari Danau Miller beberapa minggu lalu."
"Oke deh…makasih lagi udah muncul; semoga gak terlalu susah buat lo."
"Gak susah sama sekali. Gue bisa ngatur semuanya dalam beberapa menit setelah dapet telepon dari Sheriff Faulkner pagi ini."
"Dapet telepon dari Lloyd pagi ini?" Wakil yang bingung itu masang muka bingung. "Ada apa sih ini, Kiddo?"
Cindy jalan ke pamannya, natap matanya langsung, dan bilang, "Gue gak tau; kenapa lo gak bilang ke gue…Tommy…atau, Mary?"
Si wakil senyum, sambil pelan-pelan tepuk tangan. "Bravo; bagus banget, Cindy. Kayak yang gue bilang tadi; lo emang jago. Jadi; kapan lo tau?"
Cindy nyilangin tangan di depan dada. "Gue sih curiga; tapi, gue beneran gak yakin sampe kita ngobrol pagi ini di beranda."
"Beneran? Dan, apa yang bikin lo ngeh?"
"Namanya."
"Namanya?"
"Jean-Louise Wadell. Paman gue emang teliti banget sama fakta. Kalo dia tau soal kasus itu; dia pasti inget nama korbannya. Lo salah pas lo sok-sokan bego soal ngeliat pentingnya nama boneka itu."
"Oke deh, Cindy; kayaknya gue gak bakal sok-sokan bego lagi sama lo."
Wakil Hopkins kesandung dan mulai mau jatoh, pas penampakan Mary ninggalin tubuhnya. Sheriff Faulkner dan Kopral Nyce nangkep wakil yang jatoh itu.
Si wakil yang linglung nanya, "Lloyd, apa yang terjadi?"
"Gak enak nih ngasih tau lo, bro; tapi, kayaknya lo udah kesurupan."
"Kesurupan? Apa…siapa? Tommy?"
"Gak persisnya." Sheriff ngasih isyarat pake gelengan kepala.
Si wakil ngeliat ke sana dan ngeliat Mary berdiri di tengah ruangan. Untuk pertama kalinya, Mary nunjukin kehadirannya ke semua orang.
Anna terus goyang.